LEGENDA MISTIS KERAJAAN GHAIB “BATU BEJAMBAN” DI PALOH

LEGENDA MISTIS KERAJAAN GHAIB “BATU BEJAMBAN” DI PALOH

Konon katanya, sejak abad ke 15 telah terjadi peperangan besar di Paloh yang melibatkan “orang halus”[1]. Adapun orang halus tersebut berasal dari Jawa, Brunei dan Pahang. Saking hebat dan lamanya peperangan berlangsung, maka turunlah empat dewa dari “kahyangan”[2]. Keempat dewa tersebut merupakan saudara sekandung, alias kakak beradik. Turunnya keempat dewa itu  bertugas untuk mendamaikan pertikaian sengit yang telah berlangsung lama. Selain itu juga, masing-masing dari mereka mempunyai tugas khusus. Dewa yang tertua bertugas menjaga harta yang ada di atas bukit, dewa yang tengah menjaga daerah rawa, dewa yang muda menjaga di pinggir sungai, sedangkan yang bungsu menjaga di tengah-tengah sungai. Dengan pembagian tugas seperti ini, maka seluruh penjuru “tanah Paloh”[3] sudah dijaga ketat oleh keempat dewa itu, atau dengan kata lain sudah terlindungi dari ancaman “orang halus” yang jahat. 
Dengan keberadaan mereka di Paloh, maka dibuatlah suatu peraturan tegas , bagi siapa yang melakukan peperangan atau bersikap tidak benar akan diberi hukuman seberat-beratnya. Hal itu bukan hanya diperuntukkan buat “orang halus”  tapi berlaku sampai sekarang buat manusia kasat mata.